Dahomey

Director: Mati Diop
2024
africa museum colonialism restitution
film
Film ini menunjukkan dengan baik bagaimana repatriasi bukanlah solusi yang mudah dan bagaimana dialog (lintas generasi) sangat penting.

Dahomey adalah film dokumenter tahun 2024 yang disutradarai oleh Mati Diop. Karya ini bercerita tentang pengembalian 26 harta karun kerajaan Dahomey ke Benin. Film dokumenter karya Mati Diop ini memadukan fakta dan fiksi untuk mengisahkan cerita tentang karya seni Afrika yang dijarah.

Film ini menceritakan kisah 26 artefak kerajaan dari Kerajaan Dahomey (1600–1904), yang dibawa kembali ke Benin dari Prancis. Artefak-artefak tersebut telah dijarah selama era kolonial dan dipamerkan di Musée du Quai Branly – Jacques Chirac, sebuah museum seni non-Eropa di Paris. Di antara karya-karya yang dikembalikan adalah patung-patung mantan raja Dahomey, Raja Glélé dan Raja Béhanzin, yang memiliki nilai simbolis yang besar. Singgasana mereka, yang direbut oleh tentara Prancis pada tahun 1892, juga dikembalikan. Karya-karya seni tersebut kini dipamerkan di sebuah museum khusus di Abomey, kota kerajaan kuno, yang berjarak sekitar 65 mil dari pantai Teluk Guinea.

Film ini juga menampilkan diskusi oleh mahasiswa di Universitas Abomey-Calavi tentang pendapat mereka mengenai repatriasi aset budaya. Beberapa mengkritik fakta bahwa hanya 26 dari total sekitar 7.000 objek yang dikembalikan. Hal itu mengingatkan mereka pada apa yang hilang selama penjajahan, seperti bahasa, tradisi, dan sebagian sejarah mereka. Mereka juga merasa bahwa pengembalian tersebut mungkin semata-mata bermotivasi politik.