PPROCE (Pilot Project Provenance Research on Objects of the Colonial Era)

Institute: PROCE
2022
provenance restitution
article research
Laporan asal usul pada sejumlah objek (46) dari Indonesia.

PPROCE (Pilot Project Provenance Research on Objects of the Colonial Era) adalah proyek bersama antara Museum Nasional Kebudayaan Dunia, Rijksmuseum Amsterdam, dan Pusat Keahlian Institut NIOD untuk Studi Perang, Holocaust, dan Genosida (ECR/NIOD), dengan tujuan mengembangkan metodologi untuk penelitian asal-usul koleksi dengan konteks kolonial. Proyek ini terlaksana berkat dukungan keuangan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains. Dalam proyek ini, langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan penelitian asal-usul koleksi kolonial dipetakan. Hal ini dilakukan melalui sejumlah kasus terpilih dari Indonesia dan Sri Lanka.

Dari koleksi Museum Nasional Kebudayaan Dunia, 46 objek dari Indonesia diperiksa, dan 33 di antaranya menghasilkan laporan asal-usul. Benda-benda tersebut dapat dibagi menjadi empat kategori berbeda:

- Kelompok pertama (1 sampai 11) dipilih, setelah berkonsultasi dengan Museum Nasional Indonesia, dari koleksi besar yang hingga tahun 1883 merupakan bagian dari Kabinet Kerajaan Benda-Benda Aneh (Koninklijk Kabinet van Zeldzaamheden).
- Kelompok kedua (12 sampai 27) adalah benda-benda yang masuk ke NMVW sebagai akibat dari perang kolonial (di Banjarmasin, Aceh, Bali, dan Perang Kemerdekaan Indonesia).
- Kelompok ketiga (28) berkaitan dengan kepala Buddha yang berasal dari Borobudur.
- Kelompok keempat (29 sampai 33) terdiri dari benda-benda yang dikumpulkan oleh kolektor pribadi (Georg Tillmann, Martine Tonnet dan Freek Kamma).

Credits

Laporan asal ditulis oleh peneliti Tom Quist (1,5,8,9,10, 23, 24), Klaas Stutje (2,3,4,6,7,20 t/m 22, 32), Mirjam Shatanawi (11 t/m 19; 25 t/m 27), Marieke Bloembergen dan Melle Monquil (28), dan Caroline Drieƫnhuizen (29 t/m 31, 33). Penelitian mereka dilakukan melalui konsultasi dengan anggota kelompok pengarah PPROCE.