Resequencing the Tillema Collection

Paoletta Holst and Paolo Pateli
2022
netherlands museum
film archive workshop
Suatu upaya untuk menulis ulang narasi sejarah yang berasal dari serangkaian koleksi foto HF Tillema.

Menyunting Arsip. Resequencing the Tillema Collection adalah film dokumenter eksperimental yang diproduksi oleh Paoletta Holst dan Paolo Patelli dalam serangkaian lokakarya dan pameran selama beberapa tahun terakhir. Dipentaskan melalui lokakarya dan pameran, film ini mengawali pembuatan film arsip yang partisipatif.

Sebagai bagian dari program Gudskul untuk documenta lima belas, koleksi foto yang diproduksi dan dikumpulkan oleh Hendrik Freerk Tillema (1878-1952) selama masa kolonial Indonesia direproduksi di Jakarta, dan tersedia bagi para kontributor, yang menyusun sekuens sinematik dengan memilih, memanipulasi, menyyunting, dan menayangkan materi-materi tersebut, sambil mengisi suara latar. Untuk memfasilitasi kolaborasi, kami merancang dan membangun set panggung yang terdiri dari kotak hitam bertirai yang dikelilingi oleh Koleksi yang telah diproduksi, dicetak pada lembaran asetat dan ditempel di dinding. Sebuah kotak cahaya berfungsi untuk menyyunting material-materi tersebut, dan sebuah proyektor cahaya khusus untuk menayangkan sekuens tersebut secara sinematik.

H.F. Tillema adalah seorang apoteker, wirausahawan, etnografer dan fotografer otodidak asal Belanda, pelobi dan advokat standar higienis di daerah koloni. Ia tinggal di Semarang, bekas Hindia Belanda, selama dua puluh tahun hidupnya hingga Perang Dunia I. Di tengah beberapa wabah kolera, ia membangun pabrik pembotolan air murni pertama di Hindia Belanda. Usaha ini membuatnya kaya; membuka pintu baginya untuk bergabung dengan klub-klub industrialis eksklusif dan berkiprah di dunia politik lokal dan nasional. Yang terpenting, usaha ini secara langsung mendukung ekspedisi, observasi, dan publikasinya (yang diterbitkan sendiri).

Pada tahun 1938, Tillema mewariskan perpustakaan dan arsipnya kepada Rijksmuseum voor Volkenkunde di Leiden, termasuk sekitar 11.000 foto hitam putih, yang 5.000 di antaranya diambil oleh Tillema sendiri. Saat ini, sebagian besar cetakan dan negatifnya berada di Museum voor Volkenkunde, disusun secara acak dalam album-album tanpa konsistensi tematik maupun kronologis. Beberapa materi disimpan oleh Tropenmuseum, dan salinan film bisunya disimpan di museum film Eye.

Di balik sikap teknis dan higienis Tillema, kita dapat mengenali suatu cara pandang yang spesifik. Proyek ini mempertanyakan apakah mobilisasi dan penataan ulang koleksi yang kritis dapat menantang dan menghasilkan alternatif bagi argumentasi dan pembingkaian yang dominan.