Proyek oleh: Taufiqurrahman Kifu dan Hattie Wade
2024 — 2026
Dokumenter, 16 menit.
Dari narasi penjarahan hingga ke industri pariwisata modern di Bali, proyek ini merunut narasi yang terabaikan seputar keris Klungkung sejak dari muasalnya hingga ke dampak poskolonial yang relevan pada Bali hari ini. Film ini menyandingkan pengetahuan yang dicatat oleh arsip kolonial dengan pengetahuan dan mitos yang berkembang di komunitas, untuk mendedah pemahaman akan narasi yang lestari, mati, dan juga hilang.
Proyek oleh: Diyantini Adeline dan Vladimir Vidanovski
2024 — 2026
Fiksi koreografi, 14 menit.
Film ini menceritakan perjalanan patung Durga dari kawasan Singosari, yang secara paksa dipindahkan oleh kolonial Belanda untuk dijadikan patung taman dan koleksi antik, hingga akhirnya berhasil kembali ke Indonesia dan terlahir kembali sebagai seorang wanita.
Film ini menggambarkan perbandingan antara pemindahan paksa artefak ini dengan bagaimana perempuan telah mengalami kekuatan serupa sepanjang sejarah.
Proyek oleh: Kae Oktorina dan christopher tym
2024 — 2026
Dokumenter hibrida, 45 menit.
'Idak-Idak-Idak' adalah film dokumenter hibrida yang mengaitkan Harta Karun Lombok yang dicuri dengan diaspora Sasak melalui tiga generasi perempuan: seorang anak perempuan, ibunya, dan neneknya. Memadukan sinematografi spektrum penuh dengan cuplikan pribadi, film ini berpindah-pindah antara Indonesia dan Belanda untuk meneliti warisan kolonial, pengungsian, dan penyembuhan hati akan kampung halaman.